Cahaya Wajah Raja

Posted Rab, 24/02/2010 - 10:38 by Yohanes

Righteous lips are the delight of kings, And they love him who speaks what is right. As messengers of death is the king’s wrath, But a wise man will appease it. In the light of the king’s face is life. And his favor is like a cloud of the latter rain. --Proverbs 16:13-15 NKJV

Banyak cara untuk membuat kagum seorang ‘raja’. Konteks raja pada kitab Amsal di atas berbicara tentang orang yang mempunyai otoritas di atas kita. Jika Anda adalah karyawan maka raja Anda adalah atasan. Jika Anda adalah pengusaha, raja Anda adalah pelanggan. Ada sebagian orang yang menempuh jalan membuat kagum rajanya dengan mencari muka, ada juga dengan kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Ada pengusaha yang hit and run, menipu para pelanggannya dengan kata-kata manis, kemudian pelanggan ditinggalkan kecewa dengan produk dan pelayanan yang buruk. Namun ada juga pengusaha yang membuat kagum pelanggannya dengan produk yang cocok dan menimbulkan kepuasan dari pelanggan. Apapun yang diperbuat manusia untuk membuat kagum rajanya, alkitab mengatakan ketika muka raja menunjukkan sinarnya, maka kehidupan akan ada di sana.

Hal ini yang harus dipahami oleh umat Tuhan di marketplace. Ini adalah hukumnya. Raja memegang peranan penting atas kehidupan seperti apa yang mau kita bangun. Suatu saat ada yang bertanya kepada saya : Mengapa orang keturunan Cina (saya adalah keturunan Cina) berhasil jika berdagang? Saya mengatakan bukan masalah rasnya, tetapi apakah kita sudah memperhatikan hukum tentang raja ini. Ekstrimnya, Tuhan memberikan hujan kepada orang baik juga kepada orang jahat. Jadi kita harus dapat mengetahui hukum-hukumnya Tuhan. Jikalau orang atheis tidak kenal Tuhan bekerja menurut hukum ini, maka dia juga akan berhasil! Mungkin sebagian dari kita heran : mengapa saya mengatakan orang tanpa Tuhan dapat berhasil. Tuhan tidak ingin kita terikat dengan roh agamawi. Jadi dengan KTP Kristen tidak sekonyong-konyong kita akan mengalami keberhasilan demi keberhasilan dalam hidup ini.

Alkitab mengajarkan kepada kita untuk melaksanakan hukum tentang raja ini secara benar, bukan hit and run seperti yang dilakukan sebagian pengusaha yang sudah diuraikan di atas. Bukan juga dengan jalan mencari muka dan menjatuhkan teman kantor kita yang lain supaya kita mendapatkan keuntungan di hadapan atasan kita. Namun ada juga salah kaprah sehubungan dengan hal ini. Contohnya : “Ah..biar saja temen kita itu cari muka, kita gak usah ikut2an, bos parah gitu kerjanya!!. Ngapain kita cari2 muka?! Tenang aja ada Tuhan yang akan membela kita.” Memang benar Tuhan akan membela kita di hadapan lawan2 kita, tetapi dengan mengatakan seperti itu hampir pasti (100%), perkataan Anda akan didengar oleh bos Anda. Dalam kasus ini Anda seakan-akan ‘ngerjain’ malaikat Tuhan. Mengapa? Karena Anda tidak masuk dalam hukum Tuhan tentang raja, namun Anda tetap mau diberkati secara berkelimpahan! Contoh pahlawan-pahlawan alkitab sudah jelas bagi kita tentang hukum ini. Yusuf dipakai Tuhan menyelamatkan umat Tuhan dari musibah kelaparan besar karena Firaun Raja Mesir. Nehemia dipakai Tuhan untuk membangun kembali tembok Yerusalem karena rajanya. Mereka dengan sepenuh hati mengabdi kepada raja, namun satu hal menjadi komitmen mereka : Tidak menyentuh makanan dan minuman raja (bicara tentang prinsip dunia vs prinsip Firman Tuhan) seperti dalam kasus Daniel.

Ini yang saya usulkan untuk para karyawan : bekerja sebaik mungkin dan jangan pernah berbicara buruk tentang bos Anda (seburuk apapun bos Anda di mata Anda). Untuk para pengusaha : ciptakan produk dengan manfaat bagi pelanggan dan berikan pelayanan terbaik sebagai bonusnya bukan hanya mencari keuntungan belaka.

In the light of the king’s face is life.

 

By Iwan Santoso Narto
 
Pakars Indonesia

 

Komentar

1 comment posted
dear Ko Iwan Terima kasih oleh Leonard Manullang