Yet it shall not be so among you; but whoever desires to become great among you shall be your sevant. And whoever of you desires to be first shall be slave of all.
Mark 19:43-44 NKJV
Tapi tidak demikian di antara kamu...
Kita mengetahui bahwa dunia penuh dengan berbagai persaingan, tidak terkecuali di lingkungan kerja. Bahkan lingkungan kerja menjadi satu tempat di mana hampir setiap saat kita dapat merasakan persaingan yang sehat maupun yang tidak sehat. Persaingan antar staf, antar manajer hampir selalu ditemui di setiap kantor, dan seringkali menimbulkan konflik antar karyawan. Sewaktu penilaian prestasi kerja yang lalu saya diperhadapkan kepada beberapa staf yang tidak puas dengan hasil yang saya berikan kepada mereka. Ada di antara mereka yang saling menjelekkan satu sama lain, memberika argumen-argumen yang masuk akal, yang intinya untuk mengangkat diri mereka sendiri di hadapan pengambil keputusan atas penilaian kinerja mereka. Namun semuanya itu justru mengkonfirmasikan karyawan tsb. tidaklah istimewa. Persaingan dunia usaha juga seringkali menjadi persaingan yang tidak sehat. Saling menjatuhkan adalah hal yang biasa bagi kalangan pebisnis. Inilah dunia yang sedang kita hadapi sekarang. Kita memasuki atmosfir persaingan lebih dahsyat dari yang pernah ada sebelumnya.
Tapi tidak demikian di antara kamu...
Firman ini begitu meneduhkan hati kita dengan menginstruksikan kita untuk tidak usah ikut-ikutan dengan kondisi marketplace yang ada saat ini. Persaingan dengan saling menjatuhkan membuat hati kita jauh dari damai sejahtera. Kemarahan kepada bos akan menghancurkan sukacita kita sendiri dan juga berpengaruh buruk untuk karir kita. Ketika kta membuka hati untuk kebenaran ini, semua masalah dan pergumulan di lingkungan kerja, sebenarnya adalah jalan untuk kita naik ke atas! Kerendahan hati serta memposisikan diri untuk menjadi hamba untuk orang lain akan menjawab semua permasalahan hati yang sedang Anda alami saat ini. Ini yang saya pegang dan percayai jika kita sebagai karyawan atau sebagai manajer atau pemilik usaha : sebagai orang yang dipimpin tanggungjawab kita adalah membuat pemimpin kita bisa tidur nyenyak dan sebagai pemimpin, tanggung jawab kita adalah senantiasa mengembangkan orang yang kita pimpin. Dan jika kita ingin menjadi nomer 1, maka jalannya adalah : menjadi budak buat semua, tidak cukup menjadi hamba saja... And whoever of you desires to be first shall be slave of all
