Saat sy baca artikel "THE EAR THAT HEARS" di bagian akhirnya d tuliskan "Hasil suatu penelitian di lingkungan bisnis menggambarkan 70% pelanggan akan kembali jika keluhan mereka ditangani dengan baik. 95% pelanggan akan kembali jika keluhan mereka diselesaikan saat itu juga. Pelanggan akan memberitahukan kepada 8 -10 orang tentang ketidakpuasan mereka. Menghabiskan 5 – 6 x sumber daya untuk merekrut pelanggan baru dari pelanggan yang sudah ada. Kemampuan suatu perusahaan untuk mendengarkan keluhan pelanggan ternyata sangat menentukan tingkat keberhasilan perusahaan tsb"
Saya jd teringat sebuah perusahaan keluarga yang di mulai dari nol dan mulai berkembang menjadi perusahaan yg bertengger di peringkat pertama (dr 2007 sampai topik ini di listing). Tetapi yg membuat sy heran mengapa setelah menjadi besar kualitasnya menjadi benar2 "kekeluargaan". Banyak keluhan/masukan dr pelanggan yg dianggap angin lalu hanya karena pribadi yg bersangkutan tdk mau di salahkan atau lempar tanggung jawab, kenapa bisa begitu karena oknum tersebut dekat dg petinggi perusahaan inilah yg sy sebut "kualitas kekeluargaan". Sampai topik ini listing sy masih melihat kejadian ini berlangsung dan secara kasat mata semakin banyak oknum2 yg menempelkan predikat "bos" pd dirinya hanya karena "merasa" dekat dg petinggi dan sampai saat ini sy masih melihat bahwa dlm perusahaan ini memang ad beberapa pelanggan yg pergi tetapi ad jg pelanggan yg bertahan dan juga ad pertambahan pelanggan baru...
Dalam kondisi seperti ini apakah yg bisa kita lakukan....? dan apabila kita sudah melakukan yg maksimal buat perusahaan itu tetapi tertutupi oleh oknum2 yg lihai mencari muka terhadap pimpinan...adilkah..? atau inikah waktu utk keluar seperti kisah Sodom dan Gomora...? salahkah apabila kita berfikiran seperti itu...? atau andakah salah satu yg mengalami kondisi ini...?
Silahkan tanggapannya dan sharing pengalamannya.....
thanks
Stay Blessed

