"Karyawan Memiliki Banyak Side Job" menurut pandangan kekristenan

3 replies [Entri terakhir]
Avatar aji
aji
Offline
Joined: 11/01/2010
"Karyawan Memiliki Banyak Side Job" menurut pandangan kekristenan

Dear all,

Apakah pernah mendengar istilah side job? Jika kita karyawan tentu kita sering mendengar istilah ini. Maksud istilah ini kurang lebih adalah pekerjaan yang mendatangkan income lain selain dari pekerjaan utama sebagai karyawan. Pada prinsipnya pekerjaan 'lain' ini dilakukan dilluar dari jam kantor, namun tidak jarang juga mengambil jam kantor, sengaja atau tidak sengaja.

Ada beberapa perusahaan meng'haram'kan karyawannya mempunyai 'sidejob'. Apalagi jika side job nya menjual bidang jasa/barang yang sama dengan bidang jasa/barang yang dijual oleh perusahaan tsb.

Bagaimana pendapat teman teman tentang hal ini.

Apakah etis?

Apakah sah sah saja?

Bagaimana pandangan ke Kristenan mengenai hal ini?

Mungkin dapat share pengalaman....thank you

 

Avatar Yohanes
Yohanes
Offline
Joined: 09/01/2010
Berikan apa yang seharusnya

Sepakat dengan ko Oji dan ko I. Satu ayat yang teringat :

Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah -- mat 22:21

menurut saya melalui ayat ini Tuhan mengingatkan kita untuk dengan jujur menerima dan menjalankan hak & kewajiban kita kepada siapapun, baik Tuhan maupun manusia. Tuhan layak terima 24 jam hidup kita sehari di mana termasuk di dalamnya minimal 8 jam sehari (bagi yang work-hour nya 8 jam) untuk memberkati perusahaan. Jadi jika memang side job kita membuat kita tidak memberikan yang layak bagi perusahaan, sebaiknya memang ditinggalkan.

Saya pribadi bergumul dengan hal ini ketika berusaha membagi waktu untuk kerja, pelayanan dan sidejob di mana seringkali semuanya menggunakan media yang sama, yaitu komputer & internet Beberapa kali saya sempat "khilaf" sehingga waktu kerja, saya pakai untuk hal pelayanan atau sidejob. Sekalipun pelayanan kelihatannya lebih rohani, tapi ternyata Tuhan tidak setuju dengan keduanya jadi buru-buru lah saya bertobat hehe..

Avatar Iwan Santoso Narto
Iwan Santoso Narto
Offline
Joined: 12/01/2010
Mungkin kita dapat melihat

Mungkin kita dapat melihat peraturan tertulis perusahaan dulu. Biasanya yang dilarang adalah jika ada benturan kepentingan dengan pekerjaan. Namun interpretasi itu bisa sangat bervariasi (tentang benturan kepentingan). Namun ada prinsip yang saya pegang jika saya memutuskan untuk mengambil sidejob :

1. Ekspektasi perusahaan terhadap kita. Maksud saya misalkan saya adalah seorang salesman, jangan sampai side job yang saya miliki mengganggu pencapaian target yang sudah ditetapkan perusahaan kepada saya. Atau misalkan ekspektasinya adalah kecepatan, maka kita harus bisa men-deliver kecepatan itu kepada perusahaan kita.

2. Benturan kepentingan : misalkan kita menjual produk/jasa yang mempengaruhi pengambilan keputusan penting pekerjaan, misalkan kita akan meng-goal-kan tender mereka dengan cara pelanggan membeli sesuatu dari side business kita. Tentu itu akan menjadi tidak etis.

3. Level komitmen terhadap perusahaan berbeda dengan level komitmen terhadap : keluarga, gereja lokal dan bangsa (3 lembaga yang dihormati Tuhan). Tidak perlu merasa tidak enak jika ada sesuatu bisnis yang lain/pekerjaan yang lain lebih baik dari saat ini, kemudian kita memutuskan untuk mengambil sidejob atau bahkan keluar dari perusahaan tsb. Hal ini tergambar dengan jelas, jika seseorang keluar dari suatu perusahaan tertentu maka bisa jadi dibuatkan pesta perpisahaan untuknya. Dapat dilihat bahwa hal itu biasa dan normal untuk dilakukan. Namun tidak ada yang membuat pesta perpisahaan untuk seseorang yang memutuskan keluar dari keluarga/gerejalokal/kewarganegaraan.

Salam rasul ekonomi...

Avatar Fauzi
Fauzi
Offline
Joined: 15/01/2010
kalau menurut aku sih

kalau menurut aku sih ...

ETIS dan SAH aja kalau di luar jam kantor, bidang juga bukan bidang yg sama dengan perusahaan, dan sepengetahuan/deal dg atasan