THE EAR THAT HEARS

Posted Sel, 26/01/2010 - 17:00 by gtr data

 

Proverbs 15:31-32 NKJV  The ear that hears the rebukes of life will abide among the wise. He who disdains instruction despises his own soul, But he who heeds rebuke gets understanding. 

Ada ungkapan yang mengatakan besarnya masalah tergantung dari bagaimana cara kita memandang masalah itu. Masalah besar bagi sebagian orang mungkin akan menjadi masalah kecil bagai sebagian lainnya. Mengapa bisa terjadi demikian? Hal ini disebabkan karena reaksi dari menghadapi masalah masing-masing orang adalah berbeda-beda. Alkitab mengajarkan bagaimana cara kita kita bereaksi untuk mengahadapi tekanan-tekanan dalam kehidupan kita sehari-hari. Cara kita menggunakan telinga kita adalah penting untuk menciptakan reaksi yang baik. Ada tiga tingkatan yang dapat dilakukan telinga kita : 

1.Mendengar tapi tidak mendengarkan:

Ada perbedaan antara mendengar dan mendengarkan. Sesorang yang mendengar namun tidak mendengarkan adalah orang yang kemampuan belajarnya sangat rendah. Informasi yang ia terima hanya sepintas lalu. Ia tidak mau menerima masukan dari orang lain. Ia bertindak hanya berdasarkan apa yang benar menurut dirinya sendiri. 

2.Mendengarkan yang disukai :

Seorang yang mempunyai kemampuan untuk mendengarkan yang disukai mempunyai kemampuan belajar yang baik. Ia dapat menerima masukan dari orang lain dan menggunakannya untuk menghadapi masalah dalam hidup. Namun ketika Ia terbentur dengan masalah perasaannya, ia menjadi protektif terhadap dirinya sendiri. Ia menggunakan perasaannya untuk dapat mendengarkan masukan orang lain. Biasanya orang seperti ini sangat tergantung dengan mood hatinya atau biasa yang kita kenal moody. 

3.Mendengarkan baik yang disukai maupun yang tidak disukai :

Sesorang dengan tingkat pendengaran seperti ini mempunyai kemampuan belajar yang mengagumkan. Ia belajar dari semua aspek kehidupan, bahkan dari keluhan terhadap dirinya. Ia tidak tergantung dengan perasaan dan penglihatannya, namun percaya bahwa pencapaian potensinya tidak bisa dihalangi dengan perasaan atau kenyataan yang ada. Ia akan terus bertumbuh dalam kebijaksanaan. Bahkan ia lebih bertumbuh dengan mendengarkan kritikan yang tajam atas dirinya.

 Hasil suatu penelitian di lingkungan bisnis menggambarkan 70% pelanggan akan kembali jika keluhan mereka ditangani dengan baik. 95% pelanggan akan kembali jika keluhan mereka diselesaikan saat itu juga. Pelanggan akan memberitahukan kepada 8 -10 orang tentang ketidakpuasan mereka. Menghabiskan 5 – 6 x sumber daya untuk merekrut pelanggan baru dari pelanggan yang sudah ada. Kemampuan suatu perusahaan untuk mendengarkan keluhan pelanggan ternyata sangat menentukan tingkat keberhasilan perusahaan tsb.

 Sungguh alkitab adalah sebuah sumber yang luar biasa untuk kita jadikan pedoman dalam hidup kita.

 

By Iwan Santoso Narto
 
Pakars Indonesia